LDrGapuFboEFZ6xj2BO9udMHgwH6y5VPp54hPM8A

Mengenal Gangguan Kesehatan Mental Pada Saat Pandemi


Gangguan Kesehatan Pada saat Pandemi
Photo by Claudia Wolff on Unsplash

Gangguan Kesehatan Mental 

Definisi

Gangguan kesehatan mental merupakan kondisi dimana seorang individu mengalami kesulitan dalam menyesuaikan dirinya dengan kondisi di sekitarnya. Ketidakmampuan dalam memecahkan sebuah masalah sehingga menimbulkan stres yang berlebih menjadikan kesehatan mental individu tersebut menjadi lebih rentan dan akhirnya dinyatakan terkena sebuah gangguan kesehatan mental.
Di dalam Konsep Gangguan Jiwa, didapatkan butir-butir Adanya Gejala Klinis yang bermakna, berupa:
  • Sindrom atau Pola Perilaku
  • Sindrom atau Pola Psikologik
Gejala klinis tersebut menimbulkan "penderitaan" (distress), antara lain dapat berupa:
  • Rasa nyeri
  • Tidak nyaman
  • Tidak tenteram
  • Terganggu
  • Disfungsi organ tubuh
Gelala klinis tersebut menimbulkan suatu disability pada saat menjalankan kehidupan sehari-hari yang biasa dan diperlukan untuk perawatan diri dan kelangsungan hidup seperti:
Mandi, berpakaian, makan, kebersihan diri, dll

Penyebab Gangguan Kesehatan Mental 

Terdapat berbagai unsur penyebab terjadinya gangguan kesehatan mental pada seseorang, gangguan kesehatan mental ini dibagi menjadi tiga kategori penyebab yakni faktor-faktor somatogenik, psikogenik, dan sosiogenik
  1. Faktor somatogenik yang terdiri dari neuroanatomi, neurofisiologi, neurokimia, tingkat kematangan dan perkembangan organik, dan faktor-faktor pre dan perinatal.
  2. Faktor psikogenik meliputi interaksi ibu-anak yang tidak abnormal seperti tidak adanya rasa percaya, peranan ayah, sibling rivalry, intelegensi, hubungan dalam keluarga, pekerjaan, permainan dan masyarakat, kehilangan yang menyebabkan kecemasan, depresi, rasa malu atau salah, pola adaptasi dan pembelaan sebagai reaksi terhadap bahaya, dan tingkat perkembangan emosi. pada saat masa-masa yang seperti ini (pandemi covid-19) sungguh sangat sulit untuk bisa berinteraksi secara sosial ada banyak dampak psbb bagi kesehatan mental yang akan mempengaruhi penyebab dari kesehatan mental itu sendiri
  3. Faktor sosiogenik ini adanya kestabilan keluarga, baik cara pola mengasuh anak, keluarga dengan ekspresi emosi tinggi atau rendah, tingkat pendapatan atau ekonomi, tempat tinggal, masalah kelompok minoritas yang berprasangka, fasilitas kesehatan, pendidikan, serta kesejahteraan yang tidak memedai, pengaruh rasial dan keagamaan, dan nilai-nilai yang dijadikan pedoman

Faktor Resiko Terjadinya Gangguan Kesehatan Mental

Berikut adalah beberapa faktor resiko yang terjadi pada masa pandemi dan memiliki kemungkinan untuk menimbulkan gejala mental health issues:
  1. Pada anak adanya pelecehan, trauma yang sangat berat,  dan atau penelantaran pada masa kecil.
  2. Isolasi sosial atau tidak melakukan pergaulan dan akhirnya kesepian.
  3. Korban mengalami kesedihan atas adanya keluarga atau seseorang yang dekat meninggal dunia.
  4. Korban mengalami stress berat dalam angka panjang yang semakin memperburuk hidupnya.
  5. Sebagai korban PHK atau mungkin pengangguran 
  6. Kerugian sosial, kemiskinan, ataupun hutang
  7. Tunawisma yang sendirian atau lingkungan yang tidak mendukung
  8. Merawat anggota keluarga atau teman
  9. Mempunyai penyakit yang tidak bisa disembuhkan 
  10. Penyalahgunaan narkoba dan alcohol
  11. Kekerasan dalam rumah rangga atau mengalami pelecehan seksual pada saat dewasa
  12. Trauma yang sangat mendalam ketika mendai orang dewasa

Studi Epidemiologi Gangguan Kesehatan Mental

Terdapat sekitar 450 juta orang menderita gangguan mental dan perilaku di seluruh dunia. Diperkirakan satu dari empat orang akan menderita gangguan mental selama masa hidup mereka.
"Menurut WHO Bagian Asia Pasifik angka kasus gangguan depresi terbanyak bearada di India angka mencatat (56.675.969 kasus atau 4,5% dari jumlah populasi), terendah di Maldives (12.739 kasus atau 3,7% dari populasi). Sedangkan untuk di Indonesia terdapat  9.162.886 kasus atau 3,7% dari populasi."
Sekitar 85% orang dengan gangguan mental parah di negara berkembang tidak mendapat pengobatan atas gangguannya.
Dan begitu pula kurva hasil penelitian dari tingkata distress akibat covid-19

Baca juga : Dampak kesehatan mental akibat covid-19 dan kurvanya

Berdasarkan data Riskesdas 2013 diketahui
  1. Prevalensi gangguan jiwa berat secara nasional sebesar 1,7‰ (per mil), atau sebanyak 1.728 orang.
  2. Prevalensi psikosis atau skizofrenia tertinggi di Yogyakarta (2,7‰), Aceh (2,7‰), dan Sulawesi Selatan (2,6‰), sedangkan yang terendah di Kalimantan Barat (0,7‰).
  3. Prevalensi gangguan mental emosional yang ditunjukkan dengan gejala-gejala depresi dan kecemasan terdapat sekitar 6% atau sebesar 37.728 orang dari subyek yang diteliti pada Riskesdas 2013. Provinsi dengan prevalensi gangguan mental emosional tertinggi adalah Sulawesi Tengah (11,6%), Sulawesi Selatan (9,3%), Jawa Barat (9,3%), sedangkan prevalensi terendah di Provinsi Lampung sekitar 1,2%.

Gejala Gangguan Kesehatan Mental

Tanda dan gejala gangguan jiwa adalah sebagai berikut:
  1. Tegang (tension) adannya rasa putus asa dan murung, gelisah, cemas, perbuatan-perbuatan yang terpaksa, rasa lemah, tidak tercapainya tujuan, takut, pikiran-pikiran buruk. 
  1. Cognisi disorder adalah suatu impuls terhadap persepsi kita yang salah yaitu dalam bentuk pendengaran seperti kita seperti ada yang memibisiki kita padahal orang di sekitarnya tidak mendengarnya dan suara tersebut sebenarnya tidak ada salah presepsi dari individu tersebut sebagai bentuk kecemasan yang sangat berat yang mereka rasakan. Sering dikenal dengan kata halusinasi, pasien juga bisa mendengar sesuatu, melihat sesuatu atau merasakan sesuatu yang sebenarnya tidak ada menurut orang lain. 
  1. Willing disorders: seseorang tersebut merasa mempunyai kemauan yang weak atau lemah; susah membuat keputusan atau memulai tingkah laku, susah sekali bangun pagi, mandi, merawat diri sendiri sehingga terlihat kotor, bau dan acak-acakan. 
  1. Emotional disorders Pasien merasa senang dan gembira secara berlebihan, tetapi di lain waktu ia bisa merasa sangat sedih, menangis, tak berdaya (depresi) sampai ada ide ingin mengakhiri hidupnya.
  1. Psychomotor disorders Hiperaktivitas jadi pasien melakukan pergerakan yang berlebihan contohnya adalah naik ke atas genting berlari, berjalan maju mundur, meloncat-loncat, melakukan apa-apa yang tidak disuruh atau menentang apa yang disuruh, diam lama tidak bergerak atau melakukan gerakan aneh. 
Baik teman-teman ku semuanya untuk pembahasanya sampai disini terlebih dahulu semoga bermanfaat tetap jaga kesehatan baik secara jasmani dan juga kesehatan mental Apabia terdapat gejala atau tanda-tanda seperti diatas segera konsultasi ke dokter psikiatrik sehat itu mahal harganya

Sumber

Caplan Psychiatric
Genes, Environtment and human behavior
Related Posts
HabibSH
Perkenalkan Saya Habib Syarif Hidayatuloh, Panggil saja saya habib, Saya merupakan mahasiswa kedokteran yang sedang menempuh perjalanan kuliah saya di suatu univ. tujuan saya membuat blog ini saya mau berbagai tentang pendidikan kedokteran, pengalaman saya ataupun informasi Kesehatan dan semoga bisa bermanfaat bagi kalian.

Related Posts

Post a Comment